Langsung ke konten utama

Berbudaya dan Budayakan

Indonesia adalah negara yang amat kaya dengan kebudayaan dan objek wisata alam di tiap wilayahnya. Terlahir di negeri yang kaya ini dengan penduduknya yang juga memiliki keanekaragaman dan hidup dalam lingkungan keluarga yang juga memiliki keanekaragaman merupakan suatu anugrah. Kenapa tidak? Kita makhluk yang berakal pasti akan selalu ingin tahu, maka dari itu YUKK!! mulai menggali rasa ingin tahu kita terhadap kebudayaan yang ada di negeri kita. Boleh ingin tahu kebudyaan dan objek wisata dari negeri-negeri luar tapi kenapa tidak mulai dari negeri sendiri yang juga memiliki keanekaragaman dari Sabang sampai Merauke.

Kota Pempek, Palembang - Sumatra Selatan (1989-2007)
Terlahir di kota ini saya sendiri belum menyadari bahwa kebudayaan yang saya miliki adalah budaya kehidupan sosial penduduk kota yang cukup individualis walaupun belum seperti kehidupan sosial penduduk kota metropolitan ya sampai akhirnya saya menyadarinya sewaktu saya meninggalkan kota beraorma Cuko Pempek ini.

Bertumbuh di tahun 90-an dikriminasi terhadap orang keturunan etnis Tionghua masih cukup bisa dirasakan, walaupun dari ciri-ciri wajah tidak terlalu tampak tetap saja ada yang bisa menebaknya dari warna kulit yang saya miliki.hehehehe.. Ga perlu ada rasa sesal karena tetap menjadi orang Indonesia yang bersuku Jawa, karena sesal tidak akan merubah yang sudah terjadi tapi harus jadi motivasi untuk merubah kemungkinan apa yang belum terjadi.

Mulanya ga banyak hal yang saya ketahui dari budaya dan objek wisata dari kota yang terbelah menjadi dua oleh Sungai Musi yang sebagai pemisah dan Jembatan Ampera sebagai penghubung utama dari wilayah ilir dan ulu. yang juga menjadi Icon dari Kota Palembang ini.



Mungkin hanya sekilas yang kita tahu, tapi ga ada batasan untuk mencari tahu selama tetap positive!! Mulai Dari Ini Untuk Itu.
Hidup di negara berbudaya kita manusianya pun juga harus berbudaya jangan malah hilang terbawa arus metropolitan. "Budayakan kebudayaan yang masih ada sebelum dibudidayakan orang lain dan dicap sebagai budaya asing".

**(ini ceritaku)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku dan saat ini

35 tahun sudah saya hidup, saya bersyukur akan hidup saya saat ini walau tak ayal terkadang saya menyerah dengan hidup. Kenapa? Banyak hal yang sudah saya lalui mugkin semua adalah akumulasi dari rasa kecewa, sedih, diskriminasi dan pengabaian.  Teringat sebuah kata EXIST, saya exist, saya manusia yang memiliki existensi, dan saya ada karena saya diinginkan Tuhan saya untuk tetap ada, lalu kenapa saya ingin menyerah dalam hidup dan tidak ingin ada atau menghilang. Menghilang dari dunia ini? Mungkin saja iya. Tapi mungkin hanya Tuhan yang menginginkan saya tetap ada tetap exist. Untuk apa? Saya juga menebak-nebak, apakah untuk berbagi? Berbagi apa? Saya bukan orang yang memiliki kelimpahan harta sehingga apa yang bisa saya bagi? Mencoba mencari tahu dan memberanikan diri, mungkin saya bisa berbagi kisah hidup yang mungkin saja siapa tahu bisa membantu orang lain yang memiliki pengalaman hidup yang berat dan ada pikiran untuk menyerah dengan hidup. Saya hanya tidak tahu cara saya mem...