35 tahun sudah saya hidup, saya bersyukur akan hidup saya saat ini walau tak ayal terkadang saya menyerah dengan hidup. Kenapa? Banyak hal yang sudah saya lalui mugkin semua adalah akumulasi dari rasa kecewa, sedih, diskriminasi dan pengabaian.
Teringat sebuah kata EXIST, saya exist, saya manusia yang memiliki existensi, dan saya ada karena saya diinginkan Tuhan saya untuk tetap ada, lalu kenapa saya ingin menyerah dalam hidup dan tidak ingin ada atau menghilang. Menghilang dari dunia ini? Mungkin saja iya.
Tapi mungkin hanya Tuhan yang menginginkan saya tetap ada tetap exist. Untuk apa? Saya juga menebak-nebak, apakah untuk berbagi? Berbagi apa? Saya bukan orang yang memiliki kelimpahan harta sehingga apa yang bisa saya bagi?
Mencoba mencari tahu dan memberanikan diri, mungkin saya bisa berbagi kisah hidup yang mungkin saja siapa tahu bisa membantu orang lain yang memiliki pengalaman hidup yang berat dan ada pikiran untuk menyerah dengan hidup.
Saya hanya tidak tahu cara saya membantu untuk bercerita, karena tidak semua orang ingin mendengar orang lain bercerita dengan cara yang membosankan dan dengan tidak terstruktur. Ya, karena itu kelemahan saya yang tidak cukup baik dalam introduce my self apalagi story telling. Kenapa? Untuk saya sendiri mungkin terlalu aktifnya otak saya berfikir apakah yang saya sampaikan sudah benar, bisa dimengerti, tidak menyinggung dan menyakiti orang lain.
Dalam segala keterbatasan saya. saya belum bisa berkonsultasi dengan baik kepada ahlinya, dan mencoba observasi dari banyak aspek terutama psikologis, dan ya sepertinya ada masalah dengan pikiran dan batin saya. Aku yang saat ini masih mencoba memperbaiki diriku sendiri ke versi yang lebih baik, dan berharap akan ada kesempatan untuk saya menyembuhkan segala kecemasan ini.
#akudansaatini #bertemansepi #berceritadengansepi
Komentar
Posting Komentar