Langsung ke konten utama

Pulau Seribu Pura

Istilah pulau seribu pura mungkin sudah biasa anda dengar, tapi kalau kota seribu hotel mungkin agak asing di telinga. Ya, itulah yang terjadi untuk Bali, salah satu pulau kecil yang berada di tengah-tengah kepulauan Indonesia. Istilah itu pernah saya dengar dari salah seorang teman dari Australia yang memang sangat mengagumi pulau Bali ini. Tapi kondisi itulah yang terjadi pada Bali dalam 2 tahun terakhir (2011-2013), disetiap lahan kosong selalu bermunculan hotel baru. Mulai dari hotel bintang 3 sampai juga yang disebut hotel bintang 6 yang berlokasi di sebelah selatan pulau ini. WOW!!

Melihat secuil perkembangan Bali dalam waktu kurang dari 6 tahun ini (2008-2013 pertengahan) lumayan banyak hal yang sudah berubah dari Bali lokasi obyek wisata khususnya. Beberapa obyek wisata pantai alam yang pernah saya kunjungi yang dulunya masih sangat alami kini mulai banyak sentuhan manusianya, mulai dari munculnya hotel dan restaurant disekitarnya. Sebetulnya tidak terlalu jadi masalah asalkan itu tidak merubah kondisi alam yang sebenarnya. Tapi disini yang sangat disayagkan adalah tuntutan atas kebutuhan ekonomi membuat sebagain besar lahan kosong dibeli para investor baik asing maupun lokal demi kebutuhan pribadi sehingga kebudayaan yang dulu sangat menonjol salah satunya terihat dari bentuk bangunan yang asli budaya Bali mulai hilang dan kota Denpasar nya yang menjadi Ibukota provinsi ini sendiri mulai beralih menjadi kota metropolitan. Dan pantai Kuta nya yang terkenal pun sudah tidak memiliki pasir pantai aslinya. (kenyataannya pasir pantainya yang saat ini adalah pasir pantai yang diambil dari pantai yang berada di bagian Bali lainnya) :( :(




Tinggal di negara yang kaya akan wisata alamnya, yuk mulai meng-eksplore keindahannya.
Jangan BANGGA sudah bisa pergi keluar negeri kalau belum bisa keliling di negeri sendiri!! :) :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku dan saat ini

35 tahun sudah saya hidup, saya bersyukur akan hidup saya saat ini walau tak ayal terkadang saya menyerah dengan hidup. Kenapa? Banyak hal yang sudah saya lalui mugkin semua adalah akumulasi dari rasa kecewa, sedih, diskriminasi dan pengabaian.  Teringat sebuah kata EXIST, saya exist, saya manusia yang memiliki existensi, dan saya ada karena saya diinginkan Tuhan saya untuk tetap ada, lalu kenapa saya ingin menyerah dalam hidup dan tidak ingin ada atau menghilang. Menghilang dari dunia ini? Mungkin saja iya. Tapi mungkin hanya Tuhan yang menginginkan saya tetap ada tetap exist. Untuk apa? Saya juga menebak-nebak, apakah untuk berbagi? Berbagi apa? Saya bukan orang yang memiliki kelimpahan harta sehingga apa yang bisa saya bagi? Mencoba mencari tahu dan memberanikan diri, mungkin saya bisa berbagi kisah hidup yang mungkin saja siapa tahu bisa membantu orang lain yang memiliki pengalaman hidup yang berat dan ada pikiran untuk menyerah dengan hidup. Saya hanya tidak tahu cara saya mem...

Berbudaya dan Budayakan

Indonesia adalah negara yang amat kaya dengan kebudayaan dan objek wisata alam di tiap wilayahnya. Terlahir di negeri yang kaya ini dengan penduduknya yang juga memiliki keanekaragaman dan hidup dalam lingkungan keluarga yang juga memiliki keanekaragaman merupakan suatu anugrah.  Kenapa tidak?  Kita makhluk yang berakal pasti akan selalu ingin tahu, maka dari itu  YUKK!!  mulai menggali rasa ingin tahu kita terhadap kebudayaan yang ada di negeri kita. Boleh ingin tahu kebudyaan dan objek wisata dari negeri-negeri luar tapi kenapa tidak mulai dari negeri sendiri yang juga memiliki keanekaragaman dari Sabang sampai Merauke. Kota Pempek, Palembang - Sumatra Selatan (1989-2007) Terlahir di kota ini saya sendiri belum menyadari bahwa kebudayaan yang saya miliki adalah budaya kehidupan sosial penduduk kota yang cukup individualis walaupun belum seperti kehidupan sosial penduduk kota metropolitan ya sampai akhirnya saya menyadarinya sewaktu saya meninggalkan kota ber...